Kesalahan Umum dalam Pemasangan Bronjong Kawat dan Cara Menghindarinya
- Monarchy Production
- Jul 31
- 2 min read
Bronjong kawat merupakan salah satu solusi konstruksi yang umum digunakan untuk penahan tebing, pengendalian erosi, dan perlindungan pinggiran sungai. Mempunyai fungsi yang penting atau krusial, pemasangan bronjong kawat tidak bisa dilakukan sembarangan. Sayangnya, masih banyak pihak yang melakukan kesalahan dalam proses pemasangan, yang berakibat pada penurunan efektivitas dan bahkan potensi kegagalan struktur.

Agar proyek infrastruktur Anda tidak sia-sia, berikut kami bahas beberapa kesalahan umum dalam pemasangan bronjong kawat, lengkap dengan tips untuk menghindarinya.
1. Tidak Menggunakan Material Berkualitas
Kesalahan pertama yang kerap terjadi adalah penggunaan kawat bronjong yang kualitasnya tidak sesuai standar. Kawat yang tipis atau tidak dilapisi galvanis mudah berkarat dan cepat rusak saat terkena air dan cuaca ekstrem. Pastikan Anda membeli bronjong kawat dari pabrik kawat yang jual bronjong kawat terpercaya dan sudah berpengalaman dalam memproduksi material berkualitas tinggi.
Solusi: Gunakan kawat bronjong galvanis yang tahan karat dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
2. Persiapan Dasar Tanah yang Tidak Memadai
Pondasi yang buruk adalah akar dari banyak kegagalan struktur kawat bronjong. Jika dasar tanah tidak diratakan atau dipadatkan terlebih dahulu, bronjong akan mudah bergeser atau tenggelam, terutama saat musim hujan atau terjadi tekanan dari tanah.
Solusi: Lakukan survei dan analisis tanah terlebih dahulu, kemudian ratakan dan padatkan area pemasangan sebelum mulai menyusun bronjong kawat.
3. Tidak Mengikat Bronjong dengan Kawat Pengikat Tambahan
Beberapa pelaksana proyek hanya mengandalkan sambungan pada ujung bronjong saja tanpa memperkuat ikatan antar unit. Akibatnya, struktur menjadi tidak kokoh dan mudah terpisah satu sama lain, apalagi saat mendapat tekanan besar dari air atau tanah longsor.
Solusi: Gunakan kawat pengikat tambahan (lacing wire) untuk mengikat semua sisi bronjong agar membentuk satu kesatuan yang kuat dan stabil.
4. Mengisi Batu Tidak Merata
Bronjong kawat dirancang untuk diisi dengan batu sebagai pemberat dan penahan tekanan. Kesalahan yang sering terjadi adalah pengisian batu yang tidak merata atau menggunakan batu dengan ukuran terlalu kecil, sehingga terjadi rongga yang memengaruhi kestabilan bronjong.
Solusi: Gunakan batu dengan ukuran seragam dan susun secara rapi serta padat. Hindari batu-batu kecil yang mudah lepas atau tersapu air.
5. Tidak Melakukan Pemeriksaan Rutin Setelah Pemasangan
Setelah pemasangan selesai, banyak proyek yang mengabaikan pemantauan dan perawatan berkala. Padahal, kondisi lingkungan bisa mempengaruhi ketahanan bronjong dalam jangka panjang.
Solusi: Jadwalkan inspeksi rutin untuk mengecek kondisi kawat, kekuatan ikatan, dan posisi bronjong, terutama setelah hujan deras atau bencana alam.
Penutup: Gunakan Bronjong Kawat Berkualitas dari PT Tunas Jaya Santosa
Untuk menghindari berbagai kesalahan pemasangan, pastikan Anda menggunakan bronjong kawat berkualitas dari produsen terpercaya. PT Tunas Jaya Santosa merupakan pabrik kawat yang jual bronjong kawat galvanis siap pakai dengan mutu terbaik. Produk kami telah digunakan di berbagai proyek nasional, tahan lama, dan sesuai standar keamanan konstruksi.
Jangan pertaruhkan keamanan proyek Anda dengan produk yang asal-asalan. Pilih bronjong kawat dari PT Tunas Jaya Santosa, solusi kuat, tahan lama, dan terpercaya untuk berbagai kebutuhan infrastruktur.




Comments